Langsung ke konten utama

BULETIN LAZIS MUTIARA UMMAH EDISI #1 "KEUNGGULAN INFAQ ORANG MUSLIM DARI ORANG KAFIR"

                        KEUNGGULAN INFAQ ORANG MUSLIM DARI ORANG KAFIR
Apa saja yang dicurahkan seorang muslim baik harta benda , tenaga dan fikiran ataupun diinfaqkan untuk kemaslahatan kaum muslimin  akan mendapatkan pahala disisi Alloh .
Sekecil apapun harta benda , tenaga dan fikiran untuk pembangunan masjid, madrasah atau santunan fakir miskin hingga  sesuatu yang diberikan seorang suami untuk istrinya dan amal sholeh lainnya akan diberi pahala oleh Alloh , sebagaimana sebuah hadits shohih :
عن سعد ابن أبى وقّاص رضى الله عنه أنَّهُ أخْبَرَهُ أنّ رسول الله صلى الله عليه وسلم قَالَ : " إنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ الله إلاَّ أجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلَ فِى فَمِّ امْرَأتِكَ"  ( رواه بخارى مسلم )
Dari sa’ad bin Abi waqosh rodliyallohu anhu bahwasanya ia menceritakan Rosululoh shollallohu alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya : “ sesungguhnya tidaklah engkau mengeluarkan infaq dengan mengharap wajah Alloh pasti engkau mendapat pahala hingga nasi yang masuk ke mulut istrimu itupun bagian dari infaq [HR Bukhori Muslim]
KEUNGGULAN INFAQ SEORANG MUSLIM
Banyak sekali keunggulan infaq seorang muslim selama hidup di dunia ini yang diberitahu Alloh lewat Firman Nya dan Rosululloh Sallallohu Alaihi Wasallam lewat Sunnahnya.
Tentunya semua ini untuk memotivasi dan meringankan seorang muslim untuk beramal sholeh , tidak merasa berat untuknya . Bagaimana tidak , sebab Alloh akan menjadikan hidupnya menjadi bahagia . Inilah diantara keunggulannya yang dapat dirasakan langsung oleh orang yang beramal sholeh.
.Alloh Ta’ala juga menjanjikan fadhilah di balik kedermawanan seseorang yang rajin berinfaq.

“Katakanlah, "Sesungguhnya Rabbku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)." Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Alloh akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’ ayat 39)

Bahkan dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan keuntungan yang bakal diraih seseorang yang rajin berinfaq di pagi hari sekaligus kerugian yang bakal dideritanya bilamana ia tidak peduli berinfaq di pagi hari.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Nabi Muhammad shollallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Alloh kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Alloh, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”, sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Alloh, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)” (HR Bukhary 5/270). Imam Nawawi Rahimahulloh menjelaskan tentang hadist ini : “ Di dalamnya ada anjuran untuk infaq dan harapan terkabulnya doa malaikat ”. 
Jadi malaikatpun ikut mendoakan untuk orang yang berinfaq , jika malaikat yang tidak punya dosa itu berdoa , maka kemungkinan besar doanya dikabulkan Alloh Ta’ala.
Pembaca yang budiman, marilah kita galakkan berinfaq di pagi hari agar malaikat mendoakan kelapangan rizqi yang memang sangat kita perlukan untuk memperlancar ibadah, amal sholeh, da’wah dan jihad kita di dunia. Dan jangan biarkan ada satu pagipun yang berlalu tanpa berinfaq sebab itu sama saja kita mengundang kerusakan dalam hidup sebagaimana doa malaikat yang satunya di setiap pagi hari.

Ketahuilah, bukan banyaknya jumlah infaq , yang penting kontinuitas-nya. Lebih baik berinfaq sedikit namun konstan terus-menerus daripada berinfaq dalam jumlah besar namun hanya sekali setahun atau seumur hidup. Orang yang konstan berinfaq tidak bakal dipengaruhi oleh musim. Dalam masa paceklik tetap berinfaq, dalam masa panen tentu lebih pasti.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.”(QS Ali Imran ayat 133-134)
Dalam ayat ini  Imam Qurthubi Rahimahulloh menjelaskan bahwa diantara sifat orang yang bertaqwa adalah menginfaqkan hartanya di waktu lapang maupun sempit , yang mana Alloh akan menyediakan baginya jannah .
Keunggulan yang lain adalah dicintai Allah SWT , menolak bala , Infaq dibalas 700x lipat oleh Alloh Ta’ala , syetan akan bersedih ,  diampuni dosanya , diberi karunia dll.

KEUNGGULAN DARI ORANG KAFIR 
Sedangkan orang kafir yang mengeluarkan harta untuk memperjuangkan kekafirannya itu juga bagian dari infaq akan tetapi infaq yang akan mengantarkan pelakunya ke dalam siksa yang tidak akan berakhir
“ Sesungguhnya orang-orang kafir menginfakkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Alloh. mereka akan menginfakkan harta itu, kemudian menjadi penyesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan ” (QS. Al Anfal : 36) 
Orang kafir juga beramal , akan tetapi amalannya untuk tujuan  dunia saja , menghalangi manusia dari jalan Alloh bahkan juga berani menantang Alloh dan Rosul Nya .
Makar dan tipu daya orang kafir itu untuk memadamkan cahaya Alloh , mengalahkan kebenaran dan Tauhid  , memperjuangkan kebatilan dan menegakkan agama penyembah berhala .
Akan tetapi usaha mereka akan menjadi penyesalan , kesedihan , kehinaan dan mendapatkan adzab yang pedih di akhirat serta mereka dikumpulkan di jahannam.
Sedangkan orang Islam beramal mengharapkan ridho Alloh , rahmat dan barokah Nya dunia dan akhirat dan selamat dari hukuman Nya .
Sebagaimana Alloh terangkan perbedaan antara orang kafir dengan orang Islam dalam surat An Nisa .
“ Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu mengharap dari Alloh apa yang tidak mereka harapkan. Alloh Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana”  (QS .An Nisa : 104) 
Itulah keunggulan infaq orang Islam dari orang kafir , yang mestinya diamalkan kaum muslimin dan menjadi motivasi untuk berinfaq .
Semoga kita semuanya dimudahkan untuk berinfak dan dimudahkan pula mendapat pahala dunia dan akhirat . Amin.. (M. Izzudin, S.Pd.I)


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BULETIN LAZIS MUTIARA UMMAH EDISI #3 "SEDEKAH PAGI"

  Sedekah Pagi “Tiada sehari pun sekalian hamba memasuki suatu pagi, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya’. Sementara yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya’.” (HR Bukhari dan Muslim) Sahabat, alangkah dahsyatnya sedekah pagi hari jika kita mengetahuinya. Dan alangkah beruntung orang yang bisa merutinkan sedekah pagi. Tentu saja sedekah yang dimaksud tak hanya terbatas pada sedekah harta, tapi juga sedekah dalam bentuk kebaikan lainnya, khususnya bagi orang-orang yang Allah uji dalam bentuk sempitnya rezeki, dapat bersedekah dengan melakukan hal-hal baik yang terhitung sedekah : “Setiap kebaikan itu bernilai sedekah. Di antara hal yang termasuk kebaikan adalah engkau menemui saudaramu dengan wajah yang berseri dan engkau tuangkan air dari embermu ke bejana saudaramu.” (HR. At-Tirmidzi dan Al-Albani menshahihkannya) Menga...

BULETIN LAZIS MUTIARA UMMAH EDISI #2 " DAPAT GANTI DARI SEDEKAH"

DAPAT GANTI DARI SEDEKAH مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ “ Tidaklah berkurang harta yang disedekahkan. ” ( HR. Muslim no. 2558, dari Abu Hurairah.) Imam Nawawi  rahimahullah dalam kitab   Al Minhaj Syarh Shahih Muslim , menjelaskan hadist ini dengan : 1.        Harta itu akan diberkahi dan akan dihilangkan berbagai dampak bahaya padanya. Kekurangan harta tersebut akan ditutup dengan keberkahannya. Ini bisa dirasakan secara inderawi dan terbukti sebagaimana pengalaman yang bisa disaksikan . 2.        Walaupun secara dzatnya harta tersebut berkurang, namun kekurangan tadi akan ditutup dengan pahala di sisi Allah dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak . Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin  rahimahullah   dalam kitab Syarh Riyadhis Sholihin menerangkan hadits di atas dengan mengatakan, “Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam  tidaklah mengucapkan sesuatu ber...